Senin, 26 September 2016

RPP PAI XII Semester 1


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
( R P P )

Nama Sekolah         :  SMK N 1 SRAGI
Mata Pelajaran        : Pendidikan Agama Islam
Kelas/Semester      : XII / 1
Waktu                        : 6 x 45 menit
Aspek                        :  Al-Qur’an


A.  Standar Kompetensi
1.  Memahami ayat-ayat al-Qur’an tentang anjuran bertoleransi.

B.  Kompetensi Dasar
1.1       Membaca  QS Al-Kafiruun, QS Yunus: 40-41, dan QS Al-Kahfi: 29
1.2       Menjelaskan arti  QS Al-Kafiruun, QS Yunus: 40-41, dan QS Al-Kahfi: 29
1.3       Membiasakan perilaku bertoleransi seperti terkandung dalam QS Al-Kafiruun, QS Yunus: 40-41, dan QS Al-Kahfi: 29

C.  Indikator Pencapaian Kompetensi  :
Indikator Pencapaian Kompetensi
Nilai Budaya Dan
Karakter Bangsa
–  Mampu membaca QS Al kafirun, QS Yunus : 40-41 dan QS Al Kahfi : 29 dengan baik dan benar
–  Mampu mengidentifikasi tajwid Q.S. Al kafirun, QS Yunus, 40-41, dan QS Al Kahfi : 29 dengan benar
–  Mampu mengartikan masing-masing kata yang terdapat dalam QS Al Kafirun, QS Yunus : 40-41 dan QS Al Kahfi : 29.
–  Mampu mengartikan ayat QS Al Kafirun, QS Yunus, 40-41, dan QS Al Kahfi : 29.
–  Mampu menterjemahkan QS Al Kafirun, QS Yunus : 40-41 dan QS Al Kahfi : 29.
–  Mampu mengidentifikasi perilaku bertoleransi sesuai dengan QS Al Kafirun, QS Yunus : 40-41 dan QS Al Kahfi : 29.
–  Mampu mempraktikkan perilaku bertoleransi sesuai dengan QS Al Kafirun, QS Yunus : 40-41 dan QS Al Kahfi : 29.
–  Mampu menunjukkan perilaku bertoleransi sesuai dengan QS Al Kafirun, QS Yunus : 40-41 dan QS Al Kahfi : 29.
–  Mampu mengidentifikasi perilaku bertoleransi
–  Mampu mempraktikkan perilaku yang menunjukkan bertoleransi.
–  Mampu menunjukkan perilaku yang menunjukkan bertoleransi.
Religius, jujur, santun, disiplin, tanggung jawab, cinta ilmu, ingin tahu, percaya diri, menghargai keberagaman, patuh pada aturan, sosial, bergaya hidup sehat, sadar akan hak dan kewajiban, kerja keras, dan adil.

Kewirausahaan/ Ekonomi Kreatif :
–  Patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya.
–  Toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain
–  Percaya diri (keteguhan hati, optimis).
–  Berorientasi pada tugas (bermotivasi, tekun/tabah, bertekad, enerjik).
–  Pengambil resiko (suka tantangan, mampu memimpin)
–  Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan)

D.  Materi Ajar (Materi Pokok)
–  QS Al-Kafirun
–  QS Yunus; 40-41
–  QS Al-Kahfi; 29

E.  Metode Pembelajaran:
–  Ceramah , tanya jawab dan Praktek

F.   Tujuan Pembelajaran
Siswa diharapkan mampu untuk :
–  Mampu membaca QS Al kafirun, QS Yunus : 40-41 dan QS Al Kahfi : 29 dengan baik dan benar
–  Mampu mengidentifikasi tajwid Q.S. Al kafirun, QS Yunus, 40-41, dan QS Al Kahfi : 29 dengan benar
–  Mampu mengartikan masing-masing kata yang terdapat dalam QS Al Kafirun, QS Yunus : 40-41 dan QS Al Kahfi : 29.
–  Mampu mengartikan ayat QS Al Kafirun, QS Yunus, 40-41, dan QS Al Kahfi : 29.
–  Mampu menterjemahkan QS Al Kafirun, QS Yunus : 40-41 dan QS Al Kahfi : 29.
–  Mampu mengidentifikasi perilaku bertoleransi sesuai dengan QS Al Kafirun, QS Yunus : 40-41 dan QS Al Kahfi : 29.
–  Mampu mempraktikkan perilaku bertoleransi sesuai dengan QS Al Kafirun, QS Yunus : 40-41 dan QS Al Kahfi : 29.
–  Mampu menunjukkan perilaku bertoleransi sesuai dengan QS Al Kafirun, QS Yunus : 40-41 dan QS Al Kahfi : 29.


G.     Strategi Pembelajaran
Tatap Muka
Terstruktur
Mandiri
–  Membaca Al-Qur’an surat Al Kafirun, Yunus: 40-41 dan Al Kahfi : 29.
–  Mengidentifikasi tajwid Q.S. Al Kafirun, Yunus: 40-41, dan Al Kahfi : 29.
–  Mendiskusikan terjemah Al-Qur’an surat Al Kafirun, Yunus: 40-41 dan Al Kahfi: 29.
–  Mengartikan per-kata Al-Qur’an surat Al Kafirun, Yunus: 40-41 dan Al Kahfi: 29.
–  Mengartikan per-ayat  Al Kafirun, Yunus: 40-41, dan Al Kahfi : 29.
–  Siswa m ampu mempraktikkan perilaku bertoleransi sesuai dengan QS Al Kafirun, QS Yunus : 40-41 dan QS Al Kahfi : 29.
–  Siswa mampu menunjukkan perilaku bertoleransi sesuai dengan QS Al Kafirun, QS Yunus : 40-41 dan QS Al Kahfi : 29.

Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a.   Kegiatan Awal
-      Guru-Siswa memberi salam dan memulai pelajaran dengan mengucapkan basmalah dan kemudian berdoá bersama sebelum memulai pelajaran.
-      Siswa menyiapkan kitab suci Al Qurán
-      Secara bersama membaca Al Qurán selama 5 – 10 menit
-      Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan dengan kompetensi dasar yang akan dicapai.

b.   Kegiatan Inti
Dalam kegiatan inti, guru dan para siswa melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut:
Elaborasi
Untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa tentang materi pembelajaran Memahami ayat-ayat al-Qur’an tentang anjuran bertoleransi,
-      guru mengawali dengan mengajukan beberapa pertanyaan, contohnya:
-      Pernahkah kalian mendengar tentang toleransi ?
-      Pernahkah kalian membaca ayat-ayat al-Qur’an tentang anjuran bertoleransi ?
-      Siapakah diantara kalian yang sudah hafal ayat-ayat al-Qur’an tentang anjuran bertoleransi ?
-      Guru menunjuk seorang siswa yang sudah fasih membaca QS Al Kafirun, QS Yunus, 40-41, dan QS Al Kahfi : 29, untuk memimpin teman-temannya membaca bersama-sama di bawah bimbingan guru 2 sampai dengan 3 kali.
-      Setelah para siswa selesai membaca secara klasikal, guru menunjuk beberapa siswa untuk membaca QS Al Kafirun, yaitu sebagai berikut:
-      Setelah para siswa selesai membaca secara klasikal, guru menunjuk beberapa siswa untuk membaca QS Yunus, 40-41,
-      Setelah para siswa selesai membaca secara klasikal, guru menunjuk beberapa siswa untuk membaca QS Al Kahfi : 29,                                       

-      Guru meminta beberapa siswa untuk menjelaskan hukum bacaan yang terdapat dalam QS Al Kafirun, QS Yunus, 40-41, dan QS Al Kahfi : 29.

Eksplorasi
-      Selanjutnya siswa membaca arti QS Al Kafirun, QS Yunus, 40-41, dan QS Al Kahfi : 29  dengan berpedoman kepada Al Qur’an dan terjemahannya atau sumber bacaan lainnya dengan pengamatan dari guru. 
-      Selanjutnya, guru mengajukan beberapa pertanyaan tentang arti QS Al Kafirun, QS Yunus, 40-41, dan QS Al Kahfi : 29  kepada siswa.
-      Setelah mengartikan ayat demi ayat, guru meminta siswa agar menyalin QS Al Kafirun, QS Yunus, 40-41, dan QS Al Kahfi : 29   berikut artinya dengan benar.
Katakanlah: "Hai orang-orang yang kafir,
aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.
Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah
Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku".(Q.S. Al-Kafirun).

Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah: "Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan".
Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkanmu. Apakah kamu dapat menjadikan orang-orang tuli itu mendengar walaupun mereka tidak mengerti.(Q.S.Yunus.40-41.)

 “Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang lalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek” (Q.S Al-Kahfi.29).

-      Setelah selesai menyalin QS Al Kafirun, QS Yunus, 40-41, dan QS Al Kahfi : 29 berikut artinya, guru menjelas hukum bacaan (tajwid) yang terdapat pada ayat tersebut.
-      Guru menjelaskan kepada siswa akan hikmah yang terkandung dalam QS Al Kafirun, QS Yunus, 40-41, dan QS Al Kahfi : 29.
-      Guru menugaskan kepada siswa untuk mendiskusikan tentang proses awal kejadian manusia sebagaimana yang terkandung dalam isi QS Al Kafirun, QS Yunus, 40-41, dan QS Al Kahfi : 29 secara berkelompok.
-      Selanjutnya guru menugaskan kepada siswa untuk berdiskusi tentang hukum bacaan (tajwid) yang terdapat pada QS Al Kafirun, QS Yunus, 40-41, dan QS Al Kahfi : 29  secara berkelompok.
-      Siswa diminta untuk menyampaikan hasil diskusi kelompok.

Konfirmasi
-      Dalam QS Al Kafirun, QS Yunus, 40-41, dan QS Al Kahfi : 29 banyak mengandung nilai-nilai sikap dan perilaku yang utama, yaitu sikap toleransi, kebebasan dalam mengimani ajaran dan tidak memaksakan ajaran kepada orang lain.

c.   Kegiatan Akhir (Penutup)
-      Guru meminta agar para siswa sekali lagi membaca QS Al Kafirun, QS Yunus, 40-41, dan QS Al Kahfi : 29 sebagai penutup materi pembelajaran.
-      Guru meminta agar para siswa rajin mempelajari arti dan hikmah isi kandungan QS Al Kafirun, QS Yunus, 40-41, dan QS Al Kahfi : 29.
-      Guru menutup / mengakhiri pelajaran tersebut dengan membaca hamdalah/doá.
-      Guru mengucapkan salam kepada para siswa sebelum keluar kelas dan siswa menjawab salam.

H.  Penilaian
–  Tes perbuatan (Performance Individu)
–  Tes tertulis

I.    Bahan/Sumber Belajar
–  Al Quran dan terjemahan Departemen Agama RI
–  Buku pelajaran PAI SMA kelas 3




Salinlah QS Al Kafirun, QS Yunus, 40-41, dan QS Al Kahfi : 29 dengan baik dan benar, kemudian artikan dan carilah kalimat/ayat yang berhubungan dengan tajwid: ikhfa, idgham, dan izhar.


           


Mengetahui
Kepala Sekolah


IWP. Adi Gunawan
NIP/NIK:19690523 200003 1 004

Lampung, Juli 2016
Guru Bidang Studi


Mulyan Teqi, S.Pd.I
NIP/NIK:-

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
( R P P )

Nama Sekolah         :  SMK N 1 SRAGI
Mata Pelajaran        : Pendidikan Agama Islam
Kelas/Semester      : XII / 1
Waktu                        : 6 x 45 menit
Aspek                        :  Al-Qur’an


A.  Standar Kompetensi
 2. memahami ayat-ayat al-Qur’an tentang etos kerja..

B.  Kompetensi Dasar
2.1       Membaca QS Al-Mujadalah: 11 dan QS Al-Jumuah: 9-10
2.2       Menjelaskan arti QS Al-Mujadalah: 11 dan QS Al-Jumuah: 9-10
2.3       Membiasakan beretos kerja seperti terkandung dalam QS Al-Mujadalah: 11, dan QS Al-Jumuah: 9-10

C.  Indikator Pencapaian Kompetensi  :
Indikator Pencapaian Kompetensi
Nilai Budaya Dan
Karakter Bangsa
–  Mampu membaca QS Al Mujadalah: 11 dan QS Al Jumuah : 9-10 dengan baik dan benar
–  Mampu mengidentifikasi tajwid QS Al Mujadalah: 11 dan QS Al Jumuah : 9-10.
–  Mampu mengartikan masing-masing kata yang terdapat dalam QS Al Mujadalah: 11 dan QS Al Jumuah : 9-10.
–  Mampu mengartikan ayat  QS Al Mujadalah: 11 dan QS Al Jumuah : 9-10.
–  Mampu menterjemahkan QS Al Mujadalah :11 dan QS Al Jumuah : 9-10
–  Mampu mengidentifikasi perilaku etos kerja sesuai dengan   QS Al Mujadalah: 11 dan QS Al Jumuah : 9-10.
–  Mampu mempraktikkan perilaku etos kerja seperti yang terkandung dalam  QS Al Mujadalah: 11 dan QS Al Jumuah : 9-10.
–  Mampu menunjukkan perilaku etos kerja sesuai dengan  QS Al Mujadalah :11 dan QS Al Jumuah : 9-10
Religius, jujur, santun, disiplin, tanggung jawab, cinta ilmu, ingin tahu, percaya diri, menghargai keberagaman, patuh pada aturan, sosial, bergaya hidup sehat, sadar akan hak dan kewajiban, kerja keras, dan adil.

Kewirausahaan/ Ekonomi Kreatif :
–  Patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya.
–  Toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain
–  Percaya diri (keteguhan hati, optimis).
–  Berorientasi pada tugas (bermotivasi, tekun/tabah, bertekad, enerjik).
–  Pengambil resiko (suka tantangan, mampu memimpin)
–  Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan)

D.  Materi Ajar (Materi Pokok)
–  Q.S. Al-Mujadalah : 11
–  Q.S. Al-Jumuah :  9-10

E.  Metode Pembelajaran:
–  Ceramah , tanya jawab dan Praktek

F.   Tujuan Pembelajaran
Siswa diharapkan mampu untuk :
–  Mampu membaca QS Al Mujadalah: 11 dan QS Al Jumuah : 9-10 dengan baik dan benar
–  Mampu mengidentifikasi tajwid QS Al Mujadalah: 11 dan QS Al Jumuah : 9-10.
–  Mampu mengartikan masing-masing kata yang terdapat dalam QS Al Mujadalah: 11 dan QS Al Jumuah : 9-10.
–  Mampu mengartikan ayat  QS Al Mujadalah: 11 dan QS Al Jumuah : 9-10.
–  Mampu menterjemahkan QS Al Mujadalah :11 dan QS Al Jumuah : 9-10
–  Mampu mengidentifikasi perilaku etos kerja sesuai dengan   QS Al Mujadalah: 11 dan QS Al Jumuah : 9-10.
–  Mampu mempraktikkan perilaku etos kerja seperti yang terkandung dalam  QS Al Mujadalah: 11 dan QS Al Jumuah : 9-10.
–  Mampu menunjukkan perilaku etos kerja sesuai dengan  QS Al Mujadalah :11 dan QS Al Jumuah : 9-10

G.     Strategi Pembelajaran
Tatap Muka
Terstruktur
Mandiri
–  Membaca Al-Qur’an surat Al Mujadalah: 11 dan Al Jumuah: 9-10.
–  Mengidentifikasi tajwid Al-Qur’an surat Al Mujadalah: 11 dan Al Jumuah: 9-10.
–  Mengidentifikasi perilaku etos kerja sesuai dengan   Al-Qur’an surat Al Mujadalah: 11 dan Al Jumuah: 9-10.
–  Mengartikan perkata  Al-Qur’an surat Al Mujadalah: 11 dan Al Jumuah : 9-10.
–  Mengartikan per-ayat  Al-Qur’an surat Al Mujadalah: 11 dan Al Jumuah : 9-10.
–  Mendiskusikan terjemah Al-Qur’an surat Al Mujadalah :11 dan Al Jumuah : 9-10
–  Siswa membiasakan perilaku etos kerja seperti yang terkandung dalam  Al-Qur’an surat Al Mujadalah: 11 dan Al Jumuah: 9-10.
–  Menunjukkan perilaku etos kerja sesuai dengan  Al-Qur’an surat Al Mujadalah: 11 dan Al Jumuah: 9-10

Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a.   Kegiatan Awal
-      Guru-Siswa memberi salam dan memulai pelajaran dengan mengucapkan basmalah dan kemudian berdoá bersama sebelum memulai pelajaran.
-      Siswa menyiapkan kitab suci Al Qurán
-      Secara bersama membaca Al Qurán selama 5 – 10 menit
-      Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan dengan kompetensi dasar yang akan dicapai.

b.   Kegiatan Inti
Dalam kegiatan inti, guru dan para siswa melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut:
Elaborasi
Untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa tentang materi pembelajaran memahami ayat-ayat al-Qur’an tentang etos kerja,
-      guru mengawali dengan mengajukan beberapa pertanyaan, contohnya:
-      Pernahkah kalian mendengar tentang etos kerja ?
-      Pernahkah kalian membaca ayat-ayat al-Qur’an tentang anjuran giat bekerja dan tidak bermalas-malasan ?
-      Siapakah diantara kalian yang sudah hafal ayat-ayat al-Qur’an tentang anjuran untuk semangat bekerja ?
-      Guru menunjuk seorang siswa yang sudah fasih membaca QS Al Mujadalah :11 dan QS Al Jumuah : 9-10, untuk memimpin teman-temannya membaca bersama-sama di bawah bimbingan guru 2 sampai dengan 3 kali.
-      Setelah para siswa selesai membaca secara klasikal, guru menunjuk beberapa siswa untuk membaca QS Al Mujadilah :11, yaitu sebagai berikut.

Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

-        Setelah para siswa selesai membaca secara klasikal, guru menunjuk beberapa siswa untuk membaca QS Al Jumuah : 9-10, yaitu sebagai berikut.

Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
  
Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.
 

-      Guru meminta beberapa siswa untuk menjelaskan hukum bacaan yang terdapat dalam QS Al Mujadalah :11 dan QS Al Jumuah : 9-10.

Eksplorasi
-      Selanjutnya siswa membaca arti QS Al Mujadalah :11 dan QS Al Jumuah : 9-10 dengan berpedoman kepada Al Qur’an dan terjemahannya atau sumber bacaan lainnya dengan pengamatan dari guru. 
-      Selanjutnya, guru mengajukan beberapa pertanyaan tentang arti QS Al Mujadalah :11 dan QS Al Jumuah : 9-10 kepada siswa.
-      Setelah mengartikan ayat demi ayat, guru meminta siswa agar menyalin QS Al Mujadalah :11 dan QS Al Jumuah : 9-10   berikut artinya dengan benar.
-      Setelah selesai menyalin QS Al Mujadalah :11 dan QS Al Jumuah : 9-10  berikut artinya, guru menjelas hukum bacaan (tajwid) yang terdapat pada ayat tersebut.
-      Guru menjelaskan kepada siswa akan hikmah yang terkandung dalam QS Al Mujadalah :11 dan QS Al Jumuah : 9-10.
-      Guru menugaskan kepada siswa untuk mendiskusikan tentang proses awal kejadian manusia sebagaimana yang terkandung dalam isi QS Al Mujadalah :11 dan QS Al Jumuah : 9-10  secara berkelompok.
-      Selanjutnya guru menugaskan kepada siswa untuk berdiskusi tentang hukum bacaan (tajwid) yang terdapat pada QS Al Mujadalah :11 dan QS Al Jumuah : 9-10  secara berkelompok.
-      Siswa diminta untuk menyampaikan hasil diskusi kelompok.

Konfirmasi
-      Dalam QS Al Mujadalah :11 dan QS Al Jumuah : 9-10  banyak mengandung nilai-nilai sikap dan perilaku yang utama, tentang semangat kerja karena Muslim dituntut menjadi kaya, karena perjuangan menegakkan agama Islam masih panjang dan perlu pendanaan yang banyak oleh sebab itu berjuanglah terus untuk menjadi kaya. Kaya karena Allah dan Islam. Dan janganlah menjadi pemalas.

c.   Kegiatan Akhir (Penutup)
-      Guru meminta agar para siswa sekali lagi membaca QS Al Mujadalah :11 dan QS Al Jumuah : 9-10 sebagai penutup materi pembelajaran.
-      Guru meminta agar para siswa rajin mempelajari arti dan hikmah isi kandungan QS Al Mujadalah :11 dan QS Al Jumuah : 9-10.
-      Guru menutup / mengakhiri pelajaran tersebut dengan membaca hamdalah/doá.
-      Guru mengucapkan salam kepada para siswa sebelum keluar kelas dan siswa menjawab salam.

H.  Penilaian
–  Tes perbuatan (Performance Individu)
–  Tes tertulis

I.    Bahan/Sumber Belajar
–  Al Quran dan terjemahan Departemen Agama RI
–  Buku pelajaran PAI SMA kelas 3




LEMBAR TUGAS

 
 


Salinlah QS Al Mujadalah :11 dan QS Al Jumuah : 9-10 dengan baik dan benar, kemudian artikan dan carilah kalimat/ayat yang berhubungan dengan tajwid: ikhfa, idgham, dan izhar.

                                                                                               
           




Mengetahui
Kepala Sekolah


IWP. Adi Gunawan
NIP/NIK:19690523 200003 1 004

Lampung, Juli 2016
Guru Bidang Studi


Mulyan Teqi, S.Pd.I
NIP/NIK:-

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
( R P P )

Nama Sekolah         :  SMK N 1 SRAGI
Mata Pelajaran        : Pendidikan Agama Islam
Kelas/Semester      : XII / 1
Waktu                        : 4 x 45 menit
Aspek                        :  Aqidah


A.  Standar Kompetensi
3.         Meningkatkan keimanan kepada Hari Akhir.

B.  Kompetensi Dasar
3.1       Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Hari Akhir
3.2       Menerapkan hikmah beriman kepada Hari Akhir

C.  Indikator Pencapaian Kompetensi  :
Indikator Pencapaian Kompetensi
Nilai Budaya Dan
Karakter Bangsa
–  Mampu menjelaskan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Hari Akhir.
–  Mampu menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Hari Akhir.
–  Memperbanyak beribadah dan bertaubat dalam kehidupan sehari-hari
–  Menjelaskan hikmah beriman kepada Hari Akhir.
–  Mendeskripsikan hikmah beriman kepada hari akhir
–  Menerapkan hikmah beriman kepada Hari Akhir.
Religius, jujur, santun, disiplin, tanggung jawab, cinta ilmu, ingin tahu, percaya diri, menghargai keberagaman, patuh pada aturan, sosial, bergaya hidup sehat, sadar akan hak dan kewajiban, kerja keras, dan adil.

Kewirausahaan/ Ekonomi Kreatif :
–  Patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya.
–  Toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain
–  Percaya diri (keteguhan hati, optimis).
–  Berorientasi pada tugas (bermotivasi, tekun/tabah, bertekad, enerjik).
–  Pengambil resiko (suka tantangan, mampu memimpin)
–  Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan)

D.  Materi Ajar (Materi Pokok)
–  Iman kepada Hari Akhir.
–  Hikmah beriman kepada hari akhir

E.  Metode Pembelajaran:
–  Ceramah , tanya jawab dan Praktek

F.   Tujuan Pembelajaran
Siswa diharapkan mampu untuk :
–  Mampu menjelaskan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Hari Akhir.
–  Mampu menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Hari Akhir.
–  Memperbanyak beribadah dan bertaubat dalam kehidupan sehari-hari
–  Menjelaskan hikmah beriman kepada Hari Akhir.
–  Mendeskripsikan hikmah beriman kepada hari akhir
–  Menerapkan hikmah beriman kepada Hari Akhir.

G.     Strategi Pembelajaran
Tatap Muka
Terstruktur
Mandiri
–  Mengidentifikasi perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Hari Akhir.
–  Mengidentifikasi hikmah yang terkandung dalam beriman kepada Hari Akhir.
–  Mempresentasikan hasil diskusi tentang hikmah beriman kepada Hari Akhir.
–  Siswa menyebutkan hikmah beriman kepada hari akhir.
–  Siswa membiasakan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Hari Akhir.
–  Siswa membiasakan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Hari Akhir.

Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a.   Kegiatan Awal
-      Guru-Siswa memberi salam dan memulai pelajaran dengan mengucapkan basmalah dan kemudian berdoá bersama sebelum memulai pelajaran.
-      Siswa menyiapkan kitab suci Al Qurán
-      Secara bersama membaca Al Qurán selama 5 – 10 menit
-      Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan dengan kompetensi dasar yang akan dicapai.

b.   Kegiatan Inti
Dalam kegiatan inti, guru dan para siswa melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut:
Elaborasi
Untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa tentang materi pembelajaran keimanan kepada Hari Akhir,
-      guru mengawali dengan mengajukan beberapa pertanyaan, contohnya:
-      Pernahkah kalian mendengar tentang cerita hari akhir ?
-      Pernahkah kalian membaca ayat-ayat al-Qur’an tentang hari akhir ?
-      Siapakah diantara kalian yang sudah mengerti dan faham tentang tanda-tanda hari akhir ?.                                 
-      Guru meminta beberapa siswa untuk menjelaskan pandangannya tentang hari akhir.

Eksplorasi
-      Mengidentifikasi perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Hari Akhir.
-      Mempraktikkan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Hari Akhir.
-      Menerapkan perilaku yang mencerminkan keimanan terhadap Hari Akhir.
-      Mengidentifikasi hikmah yang terkandung dalam beriman kepada Hari Akhir.
-      Mendiskusikan hikmah beriman kepada hari akhir.
-      Mempresentasikan hasil diskusi tentang hikmah beriman kepada Hari Akhir.
-      Menunjukkan hikmah beriman kepada Hari Akhir.

Konfirmasi
-      Dalam materi keimanan kepada hari akhir   banyak mengandung nilai-nilai sikap dan perilaku yang utama, yaitu menerangkan kepada kita bahwa dunia hanya sementara ada ujung penantiannya yakni hari akhir, oleh sebab itu perbanyaklah ibadah karena kita semau fana dan tidak kekal ada alam pertanggung-jawaban nantinya.

c.   Kegiatan Akhir (Penutup)
-      Guru meminta agar para siswa sekali lagi membaca kesimpulan tentang materi iman kepada hari akhir sebagai penutup materi pembelajaran.
-      Guru meminta agar para siswa rajin mempelajari arti dan hikmah iman kepada hari akhir.
-      Guru menutup / mengakhiri pelajaran tersebut dengan membaca hamdalah/doá.
-      Guru mengucapkan salam kepada para siswa sebelum keluar kelas dan siswa menjawab salam.

H.  Penilaian
–  Tes perbuatan (Performance Individu)
–  Tes tertulis

I.    Bahan/Sumber Belajar
–  Al Quran dan terjemahan Departemen Agama RI
–  Buku pelajaran PAI SMA kelas 3
                                                                                               
           

Mengetahui
Kepala Sekolah


IWP. Adi Gunawan
NIP/NIK:19690523 200003 1 004

Lampung, Juli 2016
Guru Bidang Studi


Mulyan Teqi, S.Pd.I
NIP/NIK:-

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
( R P P )

Nama Sekolah         :  SMK N 1 SRAGI
Mata Pelajaran        : Pendidikan Agama Islam
Kelas/Semester      : XII / 1
Waktu                        : 6 x 45 menit
Aspek                        :  Akhlak


A.  Standar Kompetensi
4.         Membiasakan perilaku terpuji.

B.  Kompetensi Dasar
4.1       Menjelaskan pengertian adil, ridha, dan amal shaleh
4.2.      Menampilkan contoh perilaku adil, ridha, dan amal shaleh
4.3       Membiasakan perilaku adil, ridha, dan amal shaleh dalam kehidupan sehari-hari

C.  Indikator Pencapaian Kompetensi  :
Indikator Pencapaian Kompetensi
Nilai Budaya Dan
Karakter Bangsa
–  Mampu menjelaskan pengertian adil
–  Mampu menjelaskan pengertian ridha
–  Mampu menjelaskan pengertian amal saleh.
–  Menampilkan contoh perilaku adil.
–  Menampilkan contoh perilaku ridha.
–  Menampilkan contoh perilaku amal saleh.
–  Menunjukkan perilaku adil.
–  Menunjukkan perilaku ridha.
–  Menunjukkan perilaku amal shaleh.
Religius, jujur, santun, disiplin, tanggung jawab, cinta ilmu, ingin tahu, percaya diri, menghargai keberagaman, patuh pada aturan, sosial, bergaya hidup sehat, sadar akan hak dan kewajiban, kerja keras, dan adil.

Kewirausahaan/ Ekonomi Kreatif :
–  Patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya.
–  Toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain
–  Percaya diri (keteguhan hati, optimis).
–  Berorientasi pada tugas (bermotivasi, tekun/tabah, bertekad, enerjik).
–  Pengambil resiko (suka tantangan, mampu memimpin)
–  Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan)

D.  Materi Ajar (Materi Pokok)
–  Adil, Ridha dan amal saleh

E.  Metode Pembelajaran:
–  Ceramah , tanya jawab dan Praktek

F.   Tujuan Pembelajaran
Siswa diharapkan mampu untuk :
–  Mampu menjelaskan pengertian adil
–  Mampu menjelaskan pengertian ridha
–  Mampu menjelaskan pengertian amal saleh.
–  Menampilkan contoh perilaku adil.
–  Menampilkan contoh perilaku ridha.
–  Menampilkan contoh perilaku amal saleh.
–  Menunjukkan perilaku adil.
–  Menunjukkan perilaku ridha.
–  Menunjukkan perilaku amal shaleh.

G.     Strategi Pembelajaran
Tatap Muka
Terstruktur
Mandiri
–  Mendiskusikan pengertian adil.
–  Mendiskusikan pengertian  rida.
–  Mendiskusikan pengertian amal saleh.
–  Berlatih berperilaku adil.
–  Berlatih berperilaku rida.
–  Berlatih berperilaku amal saleh.
–  Siswa membiasakan perilaku adil.
–  Siswa membiasakan perilaku rida.
–  Siswa membiasakan perilaku amal saleh.

Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a.   Kegiatan Awal
-      Guru-Siswa memberi salam dan memulai pelajaran dengan mengucapkan basmalah dan kemudian berdoá bersama sebelum memulai pelajaran.
-      Siswa menyiapkan kitab suci Al Qurán
-      Secara bersama membaca Al Qurán selama 5 – 10 menit
-      Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan dengan kompetensi dasar yang akan dicapai.

b.   Kegiatan Inti
Dalam kegiatan inti, guru dan para siswa melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut:
Elaborasi
Untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa tentang materi pembelajaran adil, ridha, dan amal shaleh,
-      guru mengawali dengan mengajukan beberapa pertanyaan, contohnya:
-      Pernahkah kalian mendengar tentang adil, ridha, dan amal shaleh ?
-      Pernahkah kalian membaca ayat-ayat al-Qur’an tentang adil, ridha, dan amal shaleh?
-      Siapakah diantara kalian yang sudah mengerti dan faham tentang adil, ridha, dan amal shaleh ?.                                 
-      -  Guru meminta beberapa siswa untuk menjelaskan pandangannya tentang adil, ridha, dan amal shaleh.

Eksplorasi
-      Mendiskusikan pengertian adil.
-      Mendiskusikan pengertian  ridha.
-      Mendiskusikan pengertian amal shaleh.
-      Mempraktikkan contoh perilaku adil.
-      Mempraktikkan contoh perilaku ridha.
-      Mempraktikkan contoh perilaku amal shaleh.
-      Berlatih berperilaku adil.
-      Berlatih berperilaku ridha.
-      Berlatih berperilaku amal shaleh.

Konfirmasi
-      Dalam materi adil, ridha, dan amal shaleh  banyak mengandung nilai-nilai sikap dan perilaku yang utama, yaitu berbuat adillah karena adil mendekatkan diri kepada takwa, dan ikhlaslah karena kunci kemurnian jiwa terlatak pada keikhlasan hati

c.   Kegiatan Akhir (Penutup)
-      Guru meminta agar para siswa sekali lagi membaca kesimpulan tentang materi adil, ridha, dan amal shaleh sebagai penutup materi pembelajaran.
-      Guru meminta agar para siswa rajin mempelajari arti dan hikmah adil, ridha, dan amal shaleh.
-      Guru menutup / mengakhiri pelajaran tersebut dengan membaca hamdalah/doá.
-      Guru mengucapkan salam kepada para siswa sebelum keluar kelas dan siswa menjawab salam.

H.  Penilaian
–  Tes perbuatan (Performance Individu)
–  Tes tertulis

I.    Bahan/Sumber Belajar
–  Al Quran dan terjemahan Departemen Agama RI
–  Buku pelajaran PAI SMA kelas 3
                                                                                               
           

Mengetahui
Kepala Sekolah


IWP. Adi Gunawan
NIP/NIK:19690523 200003 1 004

Lampung, Juli 2016
Guru Bidang Studi


Mulyan Teqi, S.Pd.I
NIP/NIK:-

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
( R P P )

Nama Sekolah         :  SMK N 1 SRAGI
Mata Pelajaran        : Pendidikan Agama Islam
Kelas/Semester      : XII / 1
Waktu                        : 6 x 45 menit
Aspek                        : Fiqih


A.  Standar Kompetensi
5.         Memahami hukum Islam tentang Hukum Keluarga.

B.  Kompetensi Dasar
5.1       Menjelaskan  ketentuan hukum  perkawinan dalam Islam
5.2       Menjelaskan hikmah perkawinan
5.3       Menjelaskan ketentuan perkawinan menurut perundang-undangan di Indonesia

C.  Indikator Pencapaian Kompetensi  :
Indikator Pencapaian Kompetensi
Nilai Budaya Dan
Karakter Bangsa
–  Menjelaskan ketentuan hukum Islam tentang nikah
–  Menjelaskan hukum Islam tentang talak
–  Menjelaskan hukum Islam tentang  ruju’.
–  Menjelaskan hikmah nikah
–  Menjelaskan hikmah talak.
–  Menjelaskan hikmah ruju’.
–  Menjelaskan ketentuan perkawinan menurut perundang-undangan tentang perkawinan di Indonesia.
–  Menguraikan kompilasi hukum tentang perkawinan di Indonesia.
Religius, jujur, santun, disiplin, tanggung jawab, cinta ilmu, ingin tahu, percaya diri, menghargai keberagaman, patuh pada aturan, sosial, bergaya hidup sehat, sadar akan hak dan kewajiban, kerja keras, dan adil.

Kewirausahaan/ Ekonomi Kreatif :
–  Patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya.
–  Toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain
–  Percaya diri (keteguhan hati, optimis).
–  Berorientasi pada tugas (bermotivasi, tekun/tabah, bertekad, enerjik).
–  Pengambil resiko (suka tantangan, mampu memimpin)
–  Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan)

D.  Materi Ajar (Materi Pokok)
Ketentuan hukum pernikahan dalam Islam
–  Rukun nikah
–  Muhrim
–  Kewajiban suami istri.
–  Talak
–  Ruju’
–  Hikmah perkawinan
–  Ketentuan perkawinan menurut perundang-undangan di Indonesia.

E.  Metode Pembelajaran:
–  Ceramah , tanya jawab dan Praktek

F.   Tujuan Pembelajaran
Siswa diharapkan mampu untuk :
–  Menjelaskan ketentuan hukum Islam tentang nikah
–  Menjelaskan hukum Islam tentang talak
–  Menjelaskan hukum Islam tentang  ruju’.
–  Menjelaskan hikmah nikah
–  Menjelaskan hikmah talak.
–  Menjelaskan hikmah ruju’.
–  Menjelaskan ketentuan perkawinan menurut perundang-undangan tentang perkawinan di Indonesia.
–  Menguraikan kompilasi hukum tentang perkawinan di Indonesia.

G.     Strategi Pembelajaran
Tatap Muka
Terstruktur
Mandiri
–  Mendiskusikan ketentuan hukum Islam tentang nikah.
–  Mendiskusikan ketentuan hukum Islam tentang talak.
–  Mendiskusikan ketentuan hukum Islam tentang ruju’.
–  Siswa menyebutkan hikmah pernikahan dalam Islam.
–  Siswa menyebutkan hikmah talak.
–  Siswa menyebutkan hikmah ruju’.
–  Siswa mencari literatur tentang perundang-undang perkawinan di Indonesia.
–  Siswa mencari literatur tentang ketentuan perkawinan menurut perundang-undangan di Indonesia.
–  Siswa mencari literatur tentang ketentuan perkawinan menurut perundang-undangan tentang perkawinan di Indonesia.

Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a.   Kegiatan Awal
-      Guru-Siswa memberi salam dan memulai pelajaran dengan mengucapkan basmalah dan kemudian berdoá bersama sebelum memulai pelajaran.
-      Siswa menyiapkan kitab suci Al Qurán
-      Secara bersama membaca Al Qurán selama 5 – 10 menit
-      Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan dengan kompetensi dasar yang akan dicapai.

b.   Kegiatan Inti
Dalam kegiatan inti, guru dan para siswa melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut:
Elaborasi
Untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa tentang materi pembelajaran hukum Islam tentang Hukum Keluarga,
-      guru mengawali dengan mengajukan beberapa pertanyaan, contohnya:
-      Pernahkah kalian mendengar tentang pernikahan ?
-      Pernahkah kalian membaca ayat-ayat al-Qur’an tentang nikah?
-      Siapakah diantara kalian yang sudah mengerti dan faham tentang nikah, talak dan ruju’ ?.                                 
-      -  Guru meminta beberapa siswa untuk menjelaskan pandangannya tentang hukum Islam tentang Hukum Keluarga.

Eksplorasi
-      Mendiskusikan ketentuan hukum Islam tentang nikah.
-      Mendiskusikan ketentuan hukum Islam tentang talak.
-      Mendiskusikan ketentuan hukum Islam tentang ruju’.
-      Mendiskusikan tentang hikmah pernikahan dalam Islam.
-      Mendiskusikan tentang hikmah talak.
-      Mendiskusikan tentang hikmah ruju’.
-      Mencari literatur tentang perundang-undang perkawinan di Indonesia.
-      Mendiskusikan tentang ketentuan perkawinan menurut perundang-undangan di Indonesia.
-      Menjelaskan ketentuan perkawinan menurut perundang-undangan tentang perkawinan di Indonesia.

Konfirmasi
-      Dalam materi hukum Islam tentang Hukum Keluarga  banyak mengandung nilai-nilai sikap dan perilaku yang utama, yaitu seruan untuk menikah karena sarana paling utama mencetak generasi rabbani melalui jenjang pernikahan, dan hindarilah perbuatan yang halal namun amat sangat dibenci oleh Allah yaitu perceraian.

c.   Kegiatan Akhir (Penutup)
-      Guru meminta agar para siswa sekali lagi membaca kesimpulan tentang materi hukum Islam tentang Hukum Keluarga sebagai penutup materi pembelajaran.
-      Guru meminta agar para siswa rajin mempelajari arti dan hikmah hukum Islam tentang Hukum Keluarga .
-      Guru menutup / mengakhiri pelajaran tersebut dengan membaca hamdalah/doá.
-      Guru mengucapkan salam kepada para siswa sebelum keluar kelas dan siswa menjawab salam.

H.  Penilaian
–  Tes perbuatan (Performance Individu)
–  Tes tertulis

I.    Bahan/Sumber Belajar
–  Al Quran dan terjemahan Departemen Agama RI
–  Buku pelajaran PAI SMA kelas 3
                                                                                               
Mengetahui
Kepala Sekolah


IWP. Adi Gunawan
NIP/NIK:19690523 200003 1 004

Lampung, Juli 2016
Guru Bidang Studi


Mulyan Teqi, S.Pd.I
NIP/NIK:-

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
( R P P )

Nama Sekolah         :  SMK N 1 SRAGI
Mata Pelajaran        : Pendidikan Agama Islam
Kelas/Semester      : XII / 1
Waktu                        : 6 x 45 menit
Aspek                        : Tarikh dan Kebudayaan Islam


A.  Standar Kompetensi
6.         Memahami perkembangan Islam di Indonesia.

B.  Kompetensi Dasar
6.1       Menjelaskan perkembangan Islam di Indonesia
6.2       Menampilkan contoh perkembangan Islam di Indonesia
6.3       Mengambil hikmah dari perkembangan Islam di Indonesia

C.  Indikator Pencapaian Kompetensi  :
Indikator Pencapaian Kompetensi
Nilai Budaya Dan
Karakter Bangsa
–  Mampu menjelaskan masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia
–  Mampu menguraikan manfaat yang dapat diambil dari sejarah perkembangan Islam di Indonesia.
–  Mampu menentukan ciri-ciri  perkembangan Islam di Indonesia
–  Mampu menunjukkan contoh-contoh perkembangan Islam di  Indonesia
–  Mampu mengidentifikasi hikmah  perkembangan Islam di Indonesia.
–  Mampu menjelaskan hikmah perkembangan Islam di Indonesia.
Religius, jujur, santun, disiplin, tanggung jawab, cinta ilmu, ingin tahu, percaya diri, menghargai keberagaman, patuh pada aturan, sosial, bergaya hidup sehat, sadar akan hak dan kewajiban, kerja keras, dan adil.

Kewirausahaan/ Ekonomi Kreatif :
–  Patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya.
–  Toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain
–  Percaya diri (keteguhan hati, optimis).
–  Berorientasi pada tugas (bermotivasi, tekun/tabah, bertekad, enerjik).
–  Pengambil resiko (suka tantangan, mampu memimpin)
–  Orientasi ke masa depan (punya perspektif untuk masa depan)

D.  Materi Ajar (Materi Pokok)
–  Perkembangan Islam di Indonesia.
–  Contoh perkembangan Islam di Indonesia
–  Hikmah perkembangan Islam di Indonesia.

E.  Metode Pembelajaran:
–  Ceramah , tanya jawab dan Praktek

F.   Tujuan Pembelajaran
Siswa diharapkan mampu untuk :
–  Mampu menjelaskan masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia
–  Mampu menguraikan manfaat yang dapat diambil dari sejarah perkembangan Islam di Indonesia.
–  Mampu menentukan ciri-ciri  perkembangan Islam di Indonesia
–  Mampu menunjukkan contoh-contoh perkembangan Islam di  Indonesia
–  Mampu mengidentifikasi hikmah  perkembangan Islam di Indonesia.
–  Mampu menjelaskan hikmah perkembangan Islam di Indonesia.

G.     Strategi Pembelajaran
Tatap Muka
Terstruktur
Mandiri
–  Mendiskusikan perkembangan Islam di Indonesia.
–  Mendiskusikan contoh perkembangan Islam di Indonesia.
–  Mendiskusikan hikmah perkembangan Islam di Indonesia.
–  Mengidentifikasi contoh-contoh perkembangan Islam di Indonesia.
–  Mempresentasikan hasil diskusi tentang hikmah perkembangan Islam di Indonesia.
–  Mengidentifikasi perkembangan Islam di Indonesia

–  Siswa mencari literatur tentang perkembangan Islam diIndonesia.
–  Siswa mengambil manfaat dari sejarah perkembangan Islam di Indonesia.

Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a.   Kegiatan Awal
-      Guru-Siswa memberi salam dan memulai pelajaran dengan mengucapkan basmalah dan kemudian berdoá bersama sebelum memulai pelajaran.
-      Siswa menyiapkan kitab suci Al Qurán
-      Secara bersama membaca Al Qurán selama 5 – 10 menit
-      Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan dengan kompetensi dasar yang akan dicapai.

b.   Kegiatan Inti
Dalam kegiatan inti, guru dan para siswa melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut:
Elaborasi
Untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa tentang materi pembelajaran perkembangan Islam di Indonesia,
-      guru mengawali dengan mengajukan beberapa pertanyaan, contohnya:
-      Pernahkah kalian mendengar perkembangan Islam di Indonesia?
-      Siapakah diantara kalian yang sudah mengerti dan faham tentang sejarah perkembangan Islam di Indonesia ?.                                 
-      Guru meminta beberapa siswa untuk menjelaskan pandangannya tentang perkembangan Islam di Indonesia.

Eksplorasi
-      Mencari literatur tentang perkembangan Islam diIndonesia.
-      Mendiskusikan perkembangan Islam di Indonesia.
-      Menunjukkan manfaat  sejarah perkembangan Islam di Indonesia.
-      Mengidentifikasi contoh-contoh perkembangan Islam di Indonesia.
-      Mendiskusikan contoh perkembangan Islam di Indonesia.

Konfirmasi
-      Dalam materi perkembangan Islam diIndonesia  banyak mengandung nilai-nilai sikap dan perilaku yang utama, yaitu sejarah mengenai keagungan nilai-nilai Islam yang berkembang di Nusantara secara cepat menunjukan betapa gigihnya mereka menyebarkan agama Allah ini dengan ataupun tanpa sarana yang memadai, bagaimana dengan kita….? Yang telah hidup pada jaman modern dengan sarana teknologi canggih, mungkinkah Islam akan menyebar lebih luas melalui diri kita atau sebaliknya,……!.

c.   Kegiatan Akhir (Penutup)
-      Guru meminta agar para siswa sekali lagi membaca kesimpulan tentang materi perkembangan Islam diIndonesia sebagai penutup materi pembelajaran.
-      Guru meminta agar para siswa rajin mempelajari arti dan hikmah tentang perkembangan Islam diIndonesia.
-      Guru menutup / mengakhiri pelajaran tersebut dengan membaca hamdalah/doá.
-      Guru mengucapkan salam kepada para siswa sebelum keluar kelas dan siswa menjawab salam.
H.  Penilaian
–  Tes perbuatan (Performance Individu)
–  Tes tertulis

I.    Bahan/Sumber Belajar
–  Al Quran dan terjemahan Departemen Agama RI
–  Buku pelajaran PAI SMA kelas 3
                                                                                               
           

Mengetahui
Kepala Sekolah


IWP. Adi Gunawan
NIP/NIK:19690523 200003 1 004

Lampung, Juli 2016
Guru Bidang Studi


Mulyan Teqi, S.Pd.I
NIP/NIK:-

Selasa, 20 September 2016

wali songo


Sebelum Islam masuk ke Indonesia, berbagai macam agama dan kepercayaan seperti Animisme, Dinamisme, Hindu, dan Budha telah di anut masyarakat Indonesia. Bahkan pada abad 7-12 M di beberapa wilayah kepulauan Indonesia telah berdiri kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha.
Islam masuk ke Indonesia tidak melalui peperangan atau paksaan, hal ini yang harus menjadi contoh teladan bagi kita bagaimana para Wali Songo berdakwah, untuk hal itu mari kita kenali sejarah para wali sebagai berikut:


1.       Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik
Maulana Malik Ibrahim atau Syeikh Magribi merupakan wali tertua di anatar wali songo yang mensyiarkan agama Islam di Jawa Timur, khususnya di Gresik sehingga di kenal juga dengan nama Sunan Gresik .
Maulana Malik Ibrahim menetap di Gresik dengan mendirikan masjid dan pesantren, tempat mengajarkan Islam kepada para santri dan kepada segenap penduduk agar menjadi umat Islam yang bertakwa. Beliau wafat pada tahun 1419 M (882 H) dan di makam kan di Gapura Wetan, Gresik.

2.       Sunan Ampel
Sunan Ampel nama aslinya adalah Raden Rahmat. Lahir pada tahun 1401 M dan wafat pada tahun 1481 M serta di makam kan di desa Ampel.
Sunan Ampel menikah dengan seoarang putri Tuban bernama Nyi Ageng Manila dan di karuniai empat orang anak yaitu : Maulana Makdum Ibrahim (Sunan Bonanng), Syariffudin (Sunan Drajat), Nyi Ageng Maloka, dan putri yang menjadi istri Sunan Kalijaga.
Jasa-jasa sunan Ampel anatara lain:
-          Mendirikan pesantren di Ampel Denta, dekat surabaya. Dari pesantren ini lahir para mubaligh kenamaan, seperti : Raden Paku (Sunan Giri), Raden Fatah (Sultan Demak pertama), Raden Makdum (Sunan Bonang), Syarifudin(Sunan Drajat) dan Maulana Ishak yang pernah di utus untuk meensyiarkan Islam ke daerah Blambangan.
-          Berperan aktif dalam membangunn masjid agung Demak, yang di bangun pada tahun 1497 M.
-          Memelopori berdirinya kerajaan Islam Demak dan ikut menobatkan Raden Fatah sebagai sultan pertamanya.


3.       Sunan Bonang
Sunan Bonang nama aslinya adalah Makdum Ibrahim, putra Sunan Ampel lahir tahun 1465 M dan wafat tahun 1515 M. semasa hidup beliau mempelajari Islam dari ayahnya sendiri, kemudian bersam Raden Paku meranatu ke Pasai untuk mendalami Islam. Jasa beliau sangat besar dalam penyiaran Islam.

4.       Sunan Giri (1365-1428)
Beliau adalah salah seorang wali yang sangat besar pengaruhnya di Jawa, terutama di Jawa Timur. Ayahnya, Maulana Ishak, berasal dari Pasai, dan ibunya, sekardadu, putri Raja Blambangan Minak Sembayu. Belajar Islam di pesantren Ampel Denta dan di Pasai.
Sekembalinya di Gresik, Sunan Giri (Raden Paku) mendirikan pesantren di Giri, kira-kira 3km dari Gresik. Sselain itu beliau mengutus para mubaligh untuk berdakwah ke daerah Madura, Bawean, Kangean, bahkan ke Lombok, Makasar, Ternate, dan Tidore.

5.       Sunan Drajat
Nama aslinya adalah Syarifudin, putra Sunan Ampel yang dan dak Sunan Bonang , belau berjasa dalam mensyiarkan Islam dan mendidik para santri sebagai calon mubalig, Santri-santrinya berasal dari berbagai daerah bahkan ada yang dari Ternate dan Hitu Ambon.

6.       Sunan Gunung Jati
Sunan Gunung Jati lebih di kenal dengan seebutan Syarif Hidayatullah atau Syeikh Nurullah Belisu berjasa dalam enyebarkan Islam di Jawa Barat dan berhasil mmendirikan dua buah kerajaan Islam. Yakni Banten dan Cirebon serta berhasil pula menguasaipelabuhan Sunda Kelapa yang dulunya di kuasai oleh kerajaan Hindu Pakuan. Syarif Hidayatullah wafat pada tahun 1570 M dan di makamkan di Gunung Jati ( 7 km sebelah utara Cirebon).

7.       Sunan Kudus
Nama aslinyaadalah Ja’far Sadiq, lahir pada pertengahan abad ke-15 dan wafat pada tahun 1550 M (960 H). beliau berjasa dalam menyebarkan Islam di daerah Kudus dan sekitarnya, Jawa Tengah bagian utara. Untuk melancarkan mekanisme dakwah Islam, Sunan Kudus membangun sebuah masjid yang terkenal sebagai Masjid Menara Kudus, yang di pandang sebagai warisan kebudayaan Islam Nusantara.
Sunan Kudus juga terkenal sebagai seorang sastrawan, di antaranya karya sastra nya yang terkenal adalah gending Maskumambang dan mijil.

8.       Sunan Kalijaga
Nama aslinya adalah Raden Mas Syahid, salah seorang Wali Songo yang terkenal karena berjiwa besar, toleran, dan juga pujangga. Beliau adalah seorang mubaligh yang berdakwah sambil berkelana. Di dalam dakwahnya Sunan Kalijaga sering menggunakan kesenian rakyat (gamelan, wayang, serta lagu-lagu daerah). Beliau wafat pada akhir abad ke -16 dan di makamkan di desa Kadilungu sebelah timur laut kota Demak.

9.       Sunan Muria
Nama aslinya Raden Umar Said, putra dari sunan Kalijaga. Beliau seorang mubaligh yang berdakwah sampai ke pelosok-pelosok desa dan daerah pegunungan. Di dalam dakwahnya beliau menggunakan sarana gamelan serta kesenian daerah lainnya. Beliau di makamkan di Gunung Muria, yang teerletak di sebelah utara kota Kudus.
Betapa arif dan bijaksana para Wali Songo yang berdakwah melalui pendekatan yang mudah di pahami namun tidak menyimpang dari apa yang di syariatkan oleh agama Islam.

Selasa, 13 September 2016

IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH


IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT
       
    Pengertian Iman
Iman kepada kitab –kitab Allah berarti percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah menurunkan wahyu kepada para Rasul-Nya berupa kitab-kitab untuk pedoman hidup umatnya.
Diturunkan Kitab-kitab Allah kepada para Rasul-Nya agar menjadi petunjuk bagi dan umat manusia. Seandainya Allah tidak menurunkan kitab-kitabNya sehingga manusia tersesat dari jalanNya, maka Allah tidak bisa menyalahkan manusia, karena memang tidak ada peraturan yang menjadi sandaran.

Kitab-kitab yang Allah turunkan dan Rasul penerimanya
Kitab-kitab yang wajib diketahui orang beriman ada empat :

a.       Taurat
Taurat adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa A.S sebagai pedoman hidup bagi kaum Bani Israil. Taurat di tulis dengan menggunakan bahasa Ibrani.  Firman Allah SWT , Q.S  Al-Isra :2
واتينا موسى الكتب وجعلنه هدى لبني اسراى ئل الا تتخذوا من دوني وكيلا
“D an kami berikan kepada Musa, Kitab (Taurat) dan Kami jadikan Kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan Firman): Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku”

Adapun isi pokok Kitab Taurat di kenal dengan The Ten commandement (sepuluh perintah Tuhan)
1.       Jangan ada padamu Tuhan lain di hadirat-Ku
2.       Jangan membuat patung ukiran dan jangan pula menyembah patung karena Aku Tuhan Allah mu
3.       Jangan kamu menyebut Tuhan Allah mu denngan sia-sia
4.       Ingatlah kamu akan hari Sabat(Sabtu), supaya kamu sucikan dia.
5.       Berilah hormat kepada bapak ibumu.
6.       Jangan membunuh sesama manusia.
7.       Larangan berbuat zina
8.       Larangan mencuri
9.       Larangan menjadi saksi palsu
10.   Larangan berkeinginan memiliki hak orang lain.



b.      Zabur
Zabur adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud A.S. untuk dijadikan pedoman hidup bagi kaumnya. Kitab zabur di tulis dengan bahasa Qibti. Firman Allah S.W.T :

“Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang ada di langit dan di bumi. Sesunguhnya telah Kami lebihkan sebagian Nabi-nabi itu diatas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud.”(Q.S AL-Isra: 55)

Kitab Zabur/Mazmur berisi kumpulan nyanyian pujian kepada Allah atas segala nikmat ilahiah. Di dalamnya juga berisi zikir, doa, nasehat dan hikmah. Menurut orang-orang Yahudi dan Nasrani kitab zabur sekarang ada pada perjanjian lama yang terdiri dari 150 pasal.

c.       Injil
Injil adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa A.S. sebagai pedoman dan petunjuk hidup bagi Bani Israil. Firman Allah SWT :
“Dan kami iringkan jejak mereka(Nabi-nabi Bani Israil) dengan Isa putra Maryamm membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. DAN Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya yaitu Kitab Taurat. Dan menjadikan petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.”(Q.S Al-Maidah :46)
Kitab Injil di tulis dengan menggunakan bahasa suryani. Isi pokok kitab Injil adalah ajaran untuk hidup zuhud dan menjauhi kerakusan dan ketamakan dunia. Ini di maksudkan untuk meluruskan kehidupan orang-orang Yahudi yang matrealistis.


d.      Al-Quran
Al-Quran adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw sebagai petunjuk hidup umatnya, berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya yang hanya terbatas untuk satu kaum, Al-Quran tidak hanya untuk bangsa Arab saja melainkan untuk seluruh umat manusia.
Firman Allah SWT:
انا انر لنه قرانا عربيا لعلكم تعقلون
“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran dengan berbahsa Arab, agar kamu memahaminya”(Q.S Yusuf:2)

Al- Quran secara bahasa berarti “bacaan”. Sedangkan secara istilah adalah kalam atau firman Allah berupa mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw  melalui malaikat Jibril.
Al Quran benar-benar wahyu Allah SWT bukan ucapan Nabi Muhammad saw. Beberapa bukti bahwa Al-Quran adalah wahyu Allah sebagai berikut :
1.       Al Quran baik isi maupun keindahan bahasanya tidak dapat ditiru oleh siapapun, apalagi di kalahkan. (Q.S Al-Baqarah:23)
2.       Al-quran menjelasakn beberapa ramalan tentang peristiwa-peristiwa yang belum terjadi, tetapi kemudian ramalan-ramalan terbukti. Misalnya ramalan Al-Quran tentang kemenangan akhir Romawi dalam peperangan melawan Persia.
3.       Dalam Al-Quran banyak terdapat ayat-ayat yang bernuansa ilmiah yaitu ayat-ayat yang mengandung keterangan-keterangan tentang ilmu pengetahuan. Keterangan-keterangan iyu ternyata tidak menympang dengan ilmu pengetahuan kontemporer. Misalnya tentang orang yang sesak dada ketika naik ke angkasa, asal kejadian manusia dan lain sebagainya.
Al Quran di turunkan dengan berangsur-angsur selam 22 tahun 2 bulan 22 hari. Hal ini mengandung hikmah agar Al-Quran mudah di mengerti, di hafal, dan mudah di amalkan. Bagi umat Islam Al-Quran tidak hanya sebagai bacaan yang mendatanngkan pahala tetapi lebih dari itu, Al-Quran adalah pedoman hidup yang harus di amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Denganmengamalkan Al-Quran kita akan memperoleh kehidupan yang bahagia di dunia maupan di akhirat.

Rabu, 07 September 2016

berlomba-lomba dalam kebaikan


SALING BERLOMBA DALAM KEBAIKAN
Dalam diri setiap manusia terdapat gairah untuk menjadi pribadi yang unggul, mencari kebanggaan agar mendapat perhatian orang banyak. Hal tersebut merupakan fitrah dalam setiap manusia yang tidak bisa di pungkiri oleh siapapun. Di manapun kita tinggal, kita tidak akan pernah lepas dari perilaku berkompetisi baik yang tampak jelas maupun yang sifatnya terselubung. Dalam Islam kompetisi merupakan hal yang diperbolehkan, bahkan dianjurkan dengan syarat kompetisi sebatas pada hal-hal yang bernilai kebaikan.

hal ini berdasatkan Q.S Al-Baqarah 148 yang artinya:
 "Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh Allah maha kuasa atas segala sesuatu."
Kompetisi telah terjadi semenjak penciptaan makhluk-makhluk awal, yaitu terjadi pada iblis yang tidak rela Adam menjadi khalifah Allah dan mengharuskan makhluk –makhluk langit memberikan sujud penghormatan kepadanya. Iblis merasa lebih unggul dibandingkan Adam yang tercipta dari tanah sementara Iblis tercipta dari api. Karena hal tersebut Allah mengusir Iblis dari surga. Melihat kenyataan itu Iblis memohon kepada Allah agar ia diberi kehidupan yang abadi sampai ttibanya hari kiamat  untuk menjerumuskan Adam dan anak cucunya sebagai bukti bahwa Adam tidak layak mendapat penghormatan sebagai khalifah. Allah mengabulkan permintaan Iblis dan memberikan peringatan bahwa Adam beserta seluruh keturunannya tidak akn mudah dijerumuskan, karena dia memberikan anugerah berupa hidayah melalui akal budi, hati nurani, dan akan datang kepada setiap zaman seorang utusan yang membawa wahyu dari-Nya sebagai pedoman.
Dari kisah diatas dapat kita ketahui bahwa manusia yang tidak menggunakan akal budi, hati nurani, serta mengabaikan Firman-firman-Nya adalah orang yang tidak akan selamat dari tipu daya Iblis.marilah saudaraku ini menjadi bahan renungan untuk kita agar lebih bersemangat dan berbuat lebih baik untuk diri kita dan orang yang ada di sekitar kita.